Para pahlawan mukmin sejati selalu unggul dalm kekuatran spiritual dan semangat hidup. Senantiasa ada gelombang gairah kehidupan yang bertalu-talu dalam jiwa mereka. Itulah yang membuat sorot mata mereka selalu tajam, dibalik kelembutan sikap mereka. Itulah yang membuat mereka selalu penuh harapan di saat virus keputusasaan mematikan semangat hidup orang lain. Itulah vitalitas.
Tidak pernahkah kesedihan menghingggapi hati mereka? Tidak adakah jalan bagi ketakutan menuju jiwa mereka? Pernahkah mereka tergoda oleh keputusasaan untuk mengendurkan diri dari pentas kepahlawanan? Adakah di saat-saat dimana mereka merasa lemah, cemas, dan merasa tidak mungkin memenangkan pertempuran?
Para pahlawan itu tetaplah manusia biasa. Semua gejala jiwa yang dirasakan oleh manusia biasa juga dirasakan para pahlawan. Ada saat dimana mereka sedih. Ada saat dimana mereka takut. Jenak-jenak kelemahan, keputusasaan, kecemasan, dan keterpurukan juga pernah mendera jiwa mereka.
Tapi yang membedakan dengan manusia biasa adalah bahwa mereka selalu mengetahui bagaimana mempertahankan viatalitas, bagaimana melawan ketakutan-ketakutan, melawan kesedihan-kesedihan, bagaimana mempertahankan harapan di hadapan keputusasaan, bagaimana melampaui dorongan untuk menyerah dan pasrah di saat kelemahan mendera jiwa mereka. Mereka mengetahui bagaimana melawan gejala kelumpuhan jiwa.
Vitalitas hidup biasanya di bentuk dari paduan keberanian, harapan hidup, dan kegembiraan jiwa. Tapi ketiga hal ini dibentuk paduan keyakinan-keyakinan iman dan talenta kepahlawanan dalam diri mereka. Dari sini saya kemudian menemukan bahwa para pahlawan mukmin sejati selalu memilki tradisi spiritual yang khas Mereka mempunyai kebiasaan-kebiasaan yang khas di bentuk oleh keyakinan yang unik terhadap keghaiban. Dengan cara itu mereka mereka mempertahankan stamina perlawanan yang konstan. Kebiasaan-kebiasaan yang khas itu biasanya berbentuk ibadah mahdhah, tapi biasanya disertai dengan perilaku-perilaku tertentu yang sangat pribadi. Misalnya dua contoh berikut ini :
Dalam suatu peperangan kaum Muslimin menemukan betapa kekuatan Ibnu Taimiyah melampaui para mujahidin lainnya. Mereka pun menanyakan rahasia kekutan itu pada Ibnu Taimiyah. Beliau menjawab:"Ini adalah buah dari Ma'tsurat yang selalu saya baca di pagi hari setelah shalat subuh sampai terbitnya matahari. Saya selalu menemukan kekuatan yang dahsyat setiap setelah melakukan wirid itu Tapi jika suatu saat saya tidak melakukannya, saya akan merasa lumpuh pada hari itu."
Suatu saat - dalam perang Yarmuk - Khalid bin Walid menyuruh dengan marah beberapa pasukannya untuk mencari topi perangnya yang hilang dari kepalanya. Beberapa saat kemudian pasukannya muncul dan melaporkan kalau topi Khalid tidak berhasil ditemukan. Khalid pun marah dan menyuruh mereka mencarai kembali. Akhirnya mereka menememukannya. Tapi Khalid merasa perlu menjelaskan sikapnya yang unik itu. "Dibalik topi perang saya ini ada beberapa helai rambut Rasulullah SAW. Tidak pernah saya memasuki suatu peperangan dan memakai topi ini melainkan pasti saya merasa yakin bahwa Rasulullah SAW selalu mendoakan kemenangan bagi saya."
Itu hanyalah sebentuk hubungan yang sangat pribadi dengan Rasulullah yang pernah menggelarinya "Pedang Allah Yang Senatiasa Terhunus."
Vitalitas
6:43:00 PM di 6:43:00 PMSELAMAT ATAS TERPILIHNYA AKH. WIDODO ( PENDIDIKAN SOSIOANTROPOLOGI 2006 ) SEBAGAI KETUA KIFS PERIODE 2009 - 2010
Sehari Israel Bantai 135 Orang, Mayoritas Anak-anak dan Wanita
2:33:00 AM di 2:33:00 AMGaza – Infopalestina: Jumlah korban dalam peristiwa serangan Israel ke sejumlah rumah warga sipil dan tiga sekolah milik PBB meningkat. Ratusan warga Palestina dibombardir Israel setelah mereka mencari perlindungan dari rumah-rumah sehingga total korban sehari sebanyak 135 orang meninggal dan 100 lainnya luka-luka.
Sejumlah keluarga Palestina dibombardir Israel di Jalur Gaza ketika pesawat-pesawat Israel menyerang sejumlah sekolah milik badan bantuan
PBB untuk pengungsi (UNRWA) yang digunakan oleh warga sebagai tempat perlindungan akibat aksi brutal Israel yang menyerang rumah-rumah mereka di sebelah timur Jabalia, utara Jalur Gaza.
Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah korban meninggal setelah sekolah Fakhura miliki UNRWA digempur di sebelah timur Jabalia meningkat menjadi 45 orang dan lebih dari 50 luka-luka. Sementara lima korban lainnya meninggal dalam serangan di dua sekolah lainnya yang juga milik UNWRA pada Selasa siang kemarin.
Ketua biro delegasi umum UNWRA Adnan Abu Hasanah menegaskan sebelumnya dalam pernyataan persnya bahwa Israel sudah diberi tahu oleh pihak PBB soal tempat sekolah-sekolah yang dijadikan perlindungan sejumlah keluarga Palestina yang meninggalkan rumah mereka yang dibom Israel melalui pesawat tempur. Bendera UNWRA dikibarkan di atas sekolah itu. Namun Israel tetap menyerangnya.
Sumber medis Palestina dan saksi mata menegaskan bahwa ada 12 jenazah gugur dari satu keluarga, tujuh di antaranya gugur dalam serangan ke sejumlah rumah pada Selasa pagi di perkampungan Zaitun sebelah timur kota Gaza. Satu keluarga itu adalah keluarga Al-deyah ketika rumah-rumah mereka dengan empat lantai dibom Israel di perkampungan Zaitun. Sumber saksi mata menegaskan bahwa sejumlah jasad korban hingga kini masih berada di reruntuhan bangunan dan kondisi para korban tercabik-cabik oleh senjata organik Israel.
Sumber menambahkan bahwa tujuh dari korban adalah anak-anak yang usianya antara setahun hingga 12 tahun serta tiga wanita. Kondisi jasad korban tercabik-cabik. Sementara sumber menegaskan baha tim evakuasi medis mengevakuasi Selasa kemarin 23 orang yang ditemukan di sejumlah wilayah yang menjadi sasaran pesawat tempur Israel. Di antaranya gedung keamanan di Gaza yang berada dalam keadaan gelap gulita. Mereka menyebut serangan ini paling dahsyat semenjak Israel melakukan serangan selama 10 hari terakhir.
Para aktifis HAM Palestina dan tim medisnya menuding militer Israel menggunakan roket-roket dan rudal yang dilarang oleh kesepakatan dunia internasional dalam operasi militernya. Sehingga kebanyakan kondisi korban tubuhnya terbakar. (bn-bsyr)
Posted in berita palestina | 0 komentar »
Hari Keenam Pembantaian Gaza, 420 Gugur dan 2100 Terluka
3:09:00 AM di 3:09:00 AMGaza – Infopalestina: Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel terus melakukan bombardir ke Jalur Gaza. Rudal-rudalIsrael menghancurkan rumah-rumah warga, gedung pemerintah, masjid-masjid dan fasilitas umum lainnya. Memasuki hari keenam, Kamis (01/01/09), jumlah korban meninggal mencapai lebih 420-an syuhada dan 2100-an terluka, sedang 300-an lainnya dalam kondisi kritis.
Pembantaian terganas yang dilakukan pesawat tempur Israel pada
hari Kamis kemarin adalah serangan ke rumah pemimpin Hamas Dr. Nazar Rayyan di Jabaliya, wilayah utara Jalur Gaza, yang merupakan kawasan padat penduduk.
Jumlah korban meninggal dalam aksi ini mencapai 16 orang syuhada. Di antaranya adalah 4 istri korban dan 9 anak laki-laki dan perempuan korban.
Dalam serangan udara lain, rudal Israel mengantam rumah petinggi Hamas lainnya, Muhammad Ilyan, di kamp pengungsi Nusairat. Serangan juga terjadi pada rumah Nabiel Abu Umarain, salah seorang kader Hamas. Israel juga menggempur pos latihan Brigade al Qassam di timur kota Rafah. Belum ada laporan adanya korban hingga sekarang.
Pesawat-pesawat tempur Zionis Israel melakukan serangan secara massif yang difokuskan pada sepanjang perbatasan di Beit Hanun ke utara dan kampung al Tufah serta Jabaliya di timur laut Jalur Gaza. Serangan ini dilakukan Israel sebagai pendahuluan pergerakan tank-tank tempur Israel untuk memulai gempuran dari darat.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Posted in berita palestina | 0 komentar »
Korban Gaza: Mereka Membombardir Kami Saat Sedang Bersujud
3:05:00 AM di 3:05:00 AMKairo – Infopalestina: “Saat kami sedang bersujud menghadap Allah, tiba-tiba kami mendengar raungan pesawat tempur Zionis Israel yang datang dari jauh. Tidak lama kemudian pesawat-pesawat pembunuhan itu memuntahkan bom-bom ke arah kami. Semua itu terjadi dalam hitungan menit hingga masjid yang kami ada di dalamnya dihancurkan dari atas kepala-kepala kami.”
Inilah kalimat yang menuturkan kepedihan.
Yang menggambarkan aksi bombardemen pesawat tempur Israel ke rumah-rumah Allah di Jalur Gaza. Kalimat itu dituturkan Ramadhan Khaled al Afsy, salah seorang dari 13 korban luka yang sampai di rumah sakit Nasher di Kairo, Mesir, dari total 36 korban luka Jalur Gaza yang berhasil dibawa ke wilayah Mesir.
Khaled (27), menuturkan sisi lain “genosida Gaza yang kedua”. Dia mengatakan, “Saya adalah satu di antara warga kamp pengungsi Nusairat di Jalur Gaza. Bersamaan dengan dimulainya gempuran Israel ke seluruh wilayah Jalur Gaza Sabtu (27/12) siang lalu, saya bersama sekelompok orang berangkat menunaikan shalat dzuhur di masjid al Zahra, sebuah masjid kecil di kamp pengungsi Nusairat.”
Dia menambahkan, “Baru saja kami memulai pada rekaat pertama hingga missil-missil pesawat pembunuhan Israel menghantam kami saat kami sedang bersujud. Saya saat itu hanya bica memohon kepada Allah agar melindungi kami semua dari segala keburukan dan mengembalikan tipu daya mereka ke leher-leher mereka.”
Dia merasa bersyukur atas apa yang menimpanya, lebih baik dari apa yang menimpa yang lainnya. Khaled menuturkan, “Tiba-tiba saja masjid sudah dihancurkan total dari atas kepala-kepala kami. Bukan hanya masjid satu-satunya. Namun sejumlah rumah warga di sekitar masjid juga dihancurkan. Nasibku agak lebih baik. Karena saya berada di dekat pintu masjid yang dipenuhi dengan jamaah shalat. Saya berhasil dikeluarkan dengan segera dari bawah reruntuhan puing-puing masjid dan dibawa ke rumah sakit. Kami, 40 jamaah shalat tertimpa masjid dari atas kepala-kepala kami akibat bombardemen Israel. Saya tidak tahu sampai sekarang, apa yang terjadi pada mereka (jamaah yang lain).”
Khaled, meskipun mengalami patah tulang di kedua pundahknya dan sejumlah tulang rusuk serta terkena serpihan rudal di pinggang kanannya, sehingga membuatnya sangat sulit berbicara, namun dia terus melanjutkan penuturannya. “Sesampainya saya di rumah sakit as Shifa di kotaGaza, saya tahu bahwa Zionis Israel menjadikan masjid-masjid sebagai sasaran bombardemennya. Saya tahu pesawat-pesawat tempur Israel menghancurkan sejumlah masjid lainnya. Di antaranya adalah masjid as Shifa di barat Gaza, masjid al Qassam di Khan Yunis, masjid Imad Aqil di utara Jalur Gaza, masjid Abu Bakar ash Shidiq di kamp pengungsi Jabaliya dan masjid al Istiqamah di kota Rafah,” tuturnya.
Khaled, yang kini dirawat di lantai empat bagian gawat darurat di rumah sakit Nasher, Mesir, dengan bercucuran air mata melanjutkan penuturannya. “Saya memiliki 9 anak. Saya tidak tahu nasib sebagian dari mereka sekarang. Meskipun salah seorang anak saya sudah menghubungi saya dan menenangkan saya soal mereka, namun saya belum mendengar suara mereka. Saya cemas mereka tertimpa bahaya,” ungkapnya sedih.
Mengenai perjalanannya hingga sampai ke Mesir dia mengatakan, “Saya tinggal di rumah sakit as Shifa di Jalur Gaza selama dua hari. Selama itu kondisi saya terus memburuk. Senin malam saya sampai di Kairo setelah diangkut mobil ambulan dari kotaGaza ke perbatasan Mesir. Kemudian mobil ambulan di perbatasan Mesir membawa saya ke rumah sakit Arisy. Dari sana saya dibawa ke Kairo karena saya sangat membutuhkan tindakan operasi cukup rumit.”
Para Dokter Menangis
Dengan suara bercampur cucuran air mata, Khaled menyerukan semua pihak segera membawa para korban luka agresi biadab Israel di Jalur Gaza ke Mesir untuk mendapatkan pengobatan. “Para dokter di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza menangir karena kengerian yang mereka saksikan dan sedikitnya kemampuan yang mereka miliki. Saya sampaikan kepada semua, rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza sama sekali tidak memiliki apa-apa untuk mengobati korban. Semua penuh dengan korban luka.”
Di kamar sebelah Khaled, berbaring rekannya bernama Syukri Muhammad Riyad, yang menuturkan kondisi kerja pegawai medis di Jalur Gaza. “Saya bekerja di departemen kesehatan pemerintah Gaza di kota Rafah. Saat saya melakukan tugas mengevakuasi korban luka, kepala saya kejatuhan bagian tembok yang roboh dan membuat jaringan mata saya terputus.”
Dengan sangat sedih Riyad menegaskan, “Korban luka di rumah sakit-rumah sakit Jalur Gaza tidak mendapatkan apa-apa bahkan sekadar tempat untuk meringankan rasa sakit mereka. Kami semua berharap derita sakit itu bisa berkurang dengan pengiriman korban luka ke rumah sakit-rumah sakit Mesir dan sampainya bantuan Arab ke Jalur Gaza.” Hingga Selasa (30/12), jumlah korban luka yang sampai di Mesir baru 36 orang, sebagian besar mereka dalam kondisi kritis, untuk mendapatkan pengobatan yang semestinya.
Korban Terus Bertambah
Sejak sabtu (27/12) siang jet-jet tempur Zionis Israel membombardir seluruh wilayah Jalur Gaza. Rumah-rumah warga, masjid dan fasilitas umum menjadi target bombardemen Israel. Hingga hari keenam, Kamis 01/01/09), jumlah korban gugur mencapai lebih 420-an syuhada dan lebih 2100-an terluka, 300-an di antaranya dalam kondisi kritis.
Menteri Kesehatan Palestina Dr. Baseem Naeem sebelumnya telah menegaskan bahwa korban pembantaian terbuka yang dilakukan Zionis Israel di Jalur Gaza sejak hari Sabtu (27/12), terus bertambah banyak. Terlebih ada ratusan korban luka yang dalam kondisi kritis dan puluhan lainnya masih di bawah puing-puing reruntuhan.
Naeen menegaskan persediaan obat-obatan dan kebutuhan medis lainnya sangat kurang untuk menghadapi kondisi darurat ini. Dia mengungakapkan ada 105 jenis obat-obatan utama yang stoknya nol, 225 kebutuhan medis lainnya stoknya juga nol. Sementara itu 93 bahan khusus laboratoriam stoknya juga nol.
Naeem mengatakan 50% mobil ambulan tidak bisa beroperasi karena tidak ada gas dan bahan bakar akibat blockade. Saat ini juga sangat dibutuhkan pembangkit listrik. Naeem menegaskan semua itu sudah terjadi sejak sebelum pembantaian yang dimulai Israel Sabtu lalu dan akibat blockade Israel. Dia mengatakan, “Agresi terjadi di tengah-tengah sikap diam Arab yang membunuh dan persekongkolan dunia.”
Dia menyatakan pasukan penjajah Zionis Israel tidak hanya menggempur isntitusi-institusi dan gedung-gedung namun mulai mengempur fasilitas-fasilits sipil dan rumah-rumah warga. Ada puluhan peringatan untuk mengosongkan rumah dan ancaman kepada para penghuninya akan dihancurkan di atas kepala mereka. Dia meminta pengiriman tim medis Arab dan rumah sakit-rumah sakit lapangan untuk membantu pengobatan korban luka di saat-saat korban tiba. Dia mengimbau Negara-negara Arab untuk mengirim obat-obatan dan kebutuhan medis secepatnya dan mengganti kekurangan mobil ambulan dengan mengirim mobil ambulan yang siap beroperasi.
Pihak Mesir sendiri tetap menolak membuka pintu gerbang Rafah untuk pengiriman obat-obatan, peralatan medis serta tim medisnya ke Jalur Gaza. Mesir hanya mengizinkan pengiriman korban ke gerbang Rafah untuk kemudian diangkut ke Mesir atau Negara Arab lainnya.
Mengenai pengiriman korban luka melalui gerbag Rafah ke Mesir, Naeem mengatakan, “Ada kesulitan membawa korban ke luar Jalur Gaza. Padahal ada banyak korban luka yang sangat serius. Apapun upaya membawa korban dengan tidak aman justru membuat hidup mereka terancam bahaya. Kami masih ingat meninggalnya 6 korban luka di Arisy terakhir.”
Dia mengatakan, “Kami siap membawa korban luka kapan kondisi mereka stabil.” Dia menegaskan bahwa pemerintah Haniyah sudah meminta mobil ambulan Mesir masuk ke Gaza untuk mengevakuasi korban namun mereka menolak dengan alasan politik. Naeem mengatakan, “Siapa yang ingin membantu rakyat Palestina dalam ujian ini maka harus memudahkan sampainya tim dokter dan rumah sakit lapangan masuk secepatnya pada saat-saat sulit di Jalur Gaza.”
Menurutnya, sudah ada ratusan dokter Arab yang menunjukkan kesiapan mereka untuk masuk ke Jalur Gaza. Sebagian mereka sudah bermalam di sisi perbatasan Mesir dari gerbang Rafah berharap bisa masuk. Namun otoritas Mesir menahan mereka.
Dia menambahkan, bahkan tim medis dari departemen kesehatan Palestina sudah berada di sisi Jalur Gaza dari gerbang Rfah sejak pagi untuk menerima bantuan medis Arab, namun otoritas Mesir tidak mengizinkan mereka masuk hingga saat ini.
Naeen mengucapkan terima kasih kepada Negara-negara yang sudah membantu seperti Qatar, Arab Saudi dan Libia. Namun pihaknya kembali meminta Mesir mempermudah masuknya bantuan ini dan membuka gerbang untuk masuk tim tim medis ke Jalur Gaza. (seto)
Posted in berita palestina | 0 komentar »
Renungan 1 Muharam 1430 H
5:50:00 AM di 5:50:00 AM“Demi Masa. Sesungguhnya manusia berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shalih dan saling nasehat dalam kebenaran dan saling nasehat dalam kesabaran.”
(QS. Al Ashr: 1-3
Ada apa dengan ‘waktu’ sehingga
Allah SWT berfirman atas namaNya? Begitupun dalam surat lain, Allah juga banyak
menggunakan kata turunan dari waktu.
Allah SWT ingin mengingatkan manusia
betapa pentingnya waktu. Ada banyak kewajiban dari seorang muslim sehingga seorang
imam besar di Mekkah pernah mengatakan kewajiban muslim lebih banyak ketimbang
waktu yang tersedia.
Momen pergantian tahun bagi
seorang muslim adalah momen untuk menuju perbaikan diri. Di sanalah tempat amal
dinilai dan diperbandingkan dengan amal pada tahun sebelumnya. Apakah lebih
baik, sama atau bahkan lebih buruk.
“Hai orang-orang yang beriman,
bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah
diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Hasyr: 18)
Dengan apa setiap detik-detik
kehidupan akan kita isi, Allah akan menanyakannya kepada kita dalam kubur nanti.
Malaikat bertanya “Di mana umurmu dihabiskan?”
Kemudian di Padang Mahsyar, Allah
akan membeberkan semua tanpa terkecuali apa-apa yang telah kita lakukan, yang
tersembunyi atau yang terang-terangan. Allah akan menghadirkan saksi yang tak
lain adalah tangan kita, kaki kita dan anggota tubuh lainnya. Mereka akan
bercerita dengan fasih apa saja yang pernah kita lakukan.
Hakikat pergantian tahun baru
sebenarnya adalah sebuah pertambahan usia dengan satuan terkecilnya adalah
detik. Detak jantung kita tidak lain adalah suara kita mengetuk pintu kematian.
Hanya saja kita tidak pernah tahu kapan pintu itu akan dibuka. Jika telah
dibuka maka berhenti pula detak jantung kita.
Rasulullah bersabda: “Demi Allah,
aku beristigfar dan bertaubat kepada Allah sehari lebih dari tujuh puluh kali.”
(HR. Bukhari)
Sekarang, saatnya kita membasuh
luka dengan obat istighfar dan menyucikan diri dengan air mata taubat. Jika
Rasul SAW yang telah diampuni dosa beliau sebelum dan sesudahnya (ma’shum)
beliau bertaubat lebih dari 70 kali sehari, lantas bagaimana dengan kita yang
otaknya telah terpolusi pikiran jahili, yang perutnya terisi makanan yang
dipertanyakan halal haramnya, dan rohaninya kosong dan rapuh oleh godaan
duniawi.
Bahkan Nabi Yunus AS pernah
berdo’a: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha suci Engkau. Sesungguhnya aku adalah
termasuk orang-orang yang zolim.” Sedangkan Nabi Adam AS berdo’a: “Ya Tuhan
kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni
kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang merugi.”
Para nabi bukan tidak pernah
berbuat salah. Mereka juga manusia, sama seperti kita. Apa yang membuat mereka
tetap dicintai Allah adalah mereka bertaubat terhadap kesalahan mereka dan
menyesal serta tidak lagi mengulangi kesalahan yang sama.
Itulah sebabnya mengapa Umar
memilih saat hijrah Nabi Muhammad SAW ke Madinah sebagai permulaan bulan dalam
kalender Hijriah.
Karena hikmah perpindahan
(hijrah) yang ingin disampaikan oleh beliau. Yaitu perpindahan dari keburukan
menjadi kebaikan, dari pekat kegelapan menuju kepada gilang-gemilang cahaya.
Dasar - Dasar Kepemimpinan
5:48:00 PM di 5:48:00 PMKepemimpinan diartikan sebagai kemampuan seseorang sehingga ia memperoleh rasa hormat (respect), pengakuan (recognition), kepercayaan (trust), ketaatan (obedience), dan kesetiaan (loyalty) untuk memimpin kelompoknya dalam kehidupan bersama menuju cita-cita.
Dalam Islam karena kepemimpinan erat kaitannya dengan pencapaian cita-cita maka kepemimpinan itu harus ada dalam tangan seorang pemimpin yang beriman.
Firman Allah SWT dalam Al-Qur’an Surat Ali Imran ayat 28 :
“Janganlah orang-orang mukmin mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).”
Untuk dapat menghasilkan pemimpin yang dapat memikul amanah yang dipercayakan kepadanya, menurut Imam Al-Mawardi dalam kitabnya, Al-Ahkam As-Sulthaniyyah, diperlukan seseorang yang kokoh iman dan takwanya, mulia akhlaknya, mampu bersikap adil dan jujur, berilmu dan cerdas (fathonah), berkompeten, konsekuen memikul tanggung jawab (amanah), sehat jasmani dan rohani, memiliki keberanian menegakkan yang ma’ruf dan mencegah yang munkar. Syarat terakhir yaitu keberanian karena tanpa keberanian, segala sifat-sifat terdahulu tidak akan dapat dijalankan secara efektif.
Tentang hadits yang terkait dengan kepemimpinan, Rasulullah SAW pernah bersabda : “Orang yang bakal paling dikasihi oleh Allah dan yang paling dekat di sisi-Nya kelak pada hari berhisab ialah pemimpin yang adil, dan orang yang bakal paling dibenci Allah pada hari berhisab dan bakal menerima siksa azab yang sangat pedih adalah para pemimpin yang dzalim.” (HR Tirmidzi).
Di lain hadits, Rasulullah SAW memperingatkan bahwa “Barangsiapa yang pernah memimpin lebih dari sepuluh orang kelak akan dibawa pada hari berhisab dengan kaki tangannya terbelenggu dan hanya keadilan yang pernah diamalkannya sajalah yang dapat melonggarkan rantai belenggu tadi, sedang kedzaliman yang pernah dibuatnya kelak akan membawanya kepada kehancuran.” (HR Darimi).
Malaikat Itu Adalah Ibu
5:39:00 PM di 5:39:00 PMSuatu
ketika… Seorang bayi siap untuk dilahirkan ke dunia. Menjelang
diturunkan, dia bertanya kepada Tuhan,
"Pada
malaikat di sini mengatakan bahwa besok Engkau akan mengirimku ke
dunia. Tetapi bagaimana cara saya hidup di sana? saya begitu kecil
dan lemah." kata si bayi.
Tuhan menjawab,
"Aku
telah memilih satu melaikat untukmu, ia akan menjaga dan
mengasihimu.”
"Tapi di surga, apa
yang saya lakukan hanyalah bernyanyi dan tertawa,
ini cukup bagi saya untuk
bahagia." kata si bayi.
Tuhanpun menjawab,
"Malaikatmu
akan bernyanyi dan tersenyum untukmu setiap hari dan akan merasakan
kehangatan cintanya dan jadi lebih bahagia."
Si bayipun betanya
kembali,
"Dan
apa yang saya lakukan saat saya ingin berbicara dengan - Mu?"
Sekali lagi Tuan
menjawab,
"Malaikatmu akan
mengajarkan bagaimana kamu berdoa."
Si
bayipun masih belum puas, ia bertanya lagi,
"Saya
mendengar di bumi banyak orang jahat, siapa yang akan melindungi
saya?"
Dengan
penuh kesabaran Tuhan pun menjawab,
"Malaikatmu
akan melindungimu dengan taruhan jiwanya sekalipun."
Si
bayipun tetap belum puas dan melanjutkan pertanyaannya,
"Tapi saya akan
bersedih karena tidak melihat Engkau lagi."
Dan Tuhanpun menjawab,
"Malaikatmu
akan menceritakanmu tentang Aku, dan akan mengajarkan bagaimana agar
kamu bisa kembali kepada-Ku. Walaupun sesungguhnya Aku selalu berada
disimu."
Saat
itu surga begitu tanangnya, sehingga suara dari bumi dapat terdengar
dan sang anak dengan suara lirih bertanya, "Tuhan…jika saya
harus pergi sekarang, bisakah Engkau memberitahu siapa nama malaikat
dirumahku nanti?"
Tuhanpun menjawab…
"Kamu dapat
memanggil malaikatmu… IBU…"
Kenanglah
Ibu yang menyayangimu. Untuk Ibu yang selalu meneteskan air mata
ketika kau pergi… Ingatlah engkau ketika, ibumu rela tidur tanpa
selimut demi milihatmu tidur nyeyak dengan dua selimut membalut
tubuhmu.
Ingatlah ketika jemari
ibu mengusap lembut kepalamu ?
….dan
ingatlah engkau ketika air mata menetes dari mata ibumu ketika ia
melihatmu terbaring sakit?
Sesekali jenguklah ibumu
yang selalu menantikan kepulanganmu di rumah
tempat kau dilahirkan.
Kembalilah memohon maaf
pada ibumu yang selalu rindu akan senyumanmu.
Jangan
biarkan engkau kehilangan saat-saat yang akan kau rindukan di masa
datang. Ketika ibu telah tiada…
Tak ada lagi yang berdiri
di depan pintu menyambut kita,
Tak ada lagi senyman
indah… tanda bahagia.
Yang ada hanyalah kamar
yang kosong tiada penghuninya.
Yang
ada hanya baju yang digantung di lemari kamarnya.
Tak
ada lagi dan tak akan ada lagi yang meneteskan air mata yang
mendo’akanmu disetiap hembusan nafasnya.
Kembalilah segera…
peluklah ibu yang selalu menyayangimu…
Ciumlah kaku ibu yang
selalu merindukanmu dan berikanlah yang terbaik diakhir hayatnya
Kenanglah semua cinta dan
kasih sayangnya…
SELAMAT HARI IBU 22 DESEMBER 2008
Renungan Tentang Ibu
5:37:00 PM di 5:37:00 PMOleh : Sang Penulis
Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan
waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekiat rumah, ibu
berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan
bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan
yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu,
ibu duduk disamping gw dan memakan sisa daging ikan yang masih
menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku
makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu
menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan
cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan
ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA
Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abang dan
kakakku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api
untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang
untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun
dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan
dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku
berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus
kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak
capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA
Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku
pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari,
ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama
beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah
selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah
disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental
tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental.
Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk
ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak
haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT
Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap
sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu,
dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita
pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat
kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati
yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar
maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat
kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk
menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan
nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta”
———-KEBOHONGA N IBU YANG KELIMA
Setelah aku, kakakku dan abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan
bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak
mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit
sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku dan abangku yang
bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu
memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang
tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya
punya duit” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEENAM
Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian
memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika
berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja
di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud
membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik
hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku
tidak terbiasa” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KETUJUH
Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker
lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di
seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk
ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya
setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku
dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya
terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas
betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat
lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air
mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti
ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku,Aku
tidak kesakitan” ———-KEBOHONGA N IBU YANG KEDELAPAN.
Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta
menutup matanya untuk yang terakhir kalinya.
Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa
tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! “
Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon
ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita
untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita
yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk
meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah
dan ibu yang ada di rumah.
Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan
pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas
apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di
samping kita.
Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita?
Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita
sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita
renungkan kembali lagi..
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di
kemudian hari.
Kepemimpinan Dalam Islam
5:35:00 PM di 5:35:00 PMKepemimpinan itu wajib ada, baik secara syar’i ataupun secara ‘aqli. Adapun secara syar’i misalnya tersirat dari firman Allah tentang doa orang-orang yang selamat :)) واجعلنا للمتقين إماما )) “Dan jadikanlah kami sebagai imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertaqwa” [QS Al-Furqan : 74]. Demikian pula firman Allah أطيعوا الله و أطيعوا الرسول و أولي الأمر منكم )) )) “Taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul dan para ulul amri diantara kalian” [QS An-Nisaa’ : 59]. Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadits yang sangat terkenal : “Setiap dari kalian adalah pemimpin, dan setiap dari kalian akan ditanya tentang kepemimpinannya”.
Terdapat pula sebuah hadits yang menyatakan wajibnya menunjuk seorang pemimpin perjalanan diantara tiga orang yang melakukan suatu perjalanan. Adapun secara ‘aqli, suatu tatanan tanpa kepemimpinan pasti akan rusak dan porak poranda.
Kriteria Seorang Pemimpin
Karena seorang pemimpin merupakan khalifah (pengganti) Allah di muka bumi, maka dia harus bisa berfungsi sebagai kepanjangan tangan-Nya. Allah merupakan Rabb semesta alam, yang berarti dzat yang men-tarbiyah seluruh alam. Tarbiyah berarti menumbuhkembangkan menuju kepada kondisi yang lebih baik sekaligus memelihara yang sudah baik. Karena Allah men-tarbiyah seluruh alam, maka seorang pemimpin harus bisa menjadi wasilah bagi tarbiyah Allah tersebut terhadap segenap yang ada di bumi. Jadi, seorang pemimpin harus bisa menjadi murabbiy bagi kehidupan di bumi.
Karena tarbiyah adalah pemeliharaan dan peningkatan, maka murabbiy (yang men-tarbiyah) harus benar-benar memahami hakikat dari segala sesuatu yang menjadi obyek tarbiyah (mutarabbiy, yakni alam). Pemahaman terhadap hakikat alam ini tidak lain adalah ilmu dan hikmah yang berasal dari Allah. Pemahaman terhadap hakikat alam sebetulnya merupakan pemahaman (ma’rifat) terhadap Allah, karena Allah tidak bisa dipahami melalui dzat-Nya dan hanya bisa dipahami melalui ayat-ayat-Nya. Kesimpulannya, seorang pemimpin haruslah seseorang yang benar-benar mengenal Allah, yang pengenalan itu akan tercapai apabila dia memahami dengan baik ayat-ayat Allah yang terucap (Al-Qur’an) dan ayat-ayat-Nya yang tercipta (alam).
Bekal pemahaman (ilmu dan hikmah) bagi seorang pemimpin merupakan bekal paling esensial yang mesti ada. Bekal ini bersifat soft, yang karenanya membutuhkan hardware agar bisa berdaya. Ibn Taimiyyah menyebut hardware ini sebagai al-quwwat, yang bentuknya bisa beragam sesuai dengan kebutuhan. Dari sini bisa disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus memiliki dua kriteria: al-‘ilm dan al-quwwat.
Yang dimaksud dengan al-‘ilm (ilmu) tidaklah hanya terbatas pada al-tsaqafah (wawasan). Wawasan hanyalah sarana menuju ilmu. Ilmu pada dasarnya adalah rasa takut kepada Allah. Karena itulah Allah berfirman,”Yang takut kepada Allah diantara para hamba-Nya hanyalah para ulama” (QS. Faathir: 28). Ibnu Mas’ud pun mengatakan,”Bukanlah ilmu itu dengan banyaknya riwayat, akan tetapi ilmu adalah rasa takut kepada Allah”. Namun bagaimana rasa takut itu bisa muncul ? Tentu saja rasa itu muncul sesudah mengenal-Nya, mengenal keperkasaan-Nya, mengenal kepedihan siksa-Nya. Jadi ilmu itu tidak lain adalah ma’rifat kepada Allah. Dengan mengenal Allah, akan muncul integritas pribadi (al-‘adalat wa al-amanat) pada diri seseorang, yang biasa pula diistilahkan sebagai taqwa. Dari sini, dua kriteria pemimpin diatas bisa pula dibahasakan sebagai al-‘adalat wa al-amanat (integritas pribadi) dan al-quwwat.
Selanjutnya, marilah kita tengok bagaimanakah kriteria para penguasa yang digambarkan oleh Allah dalam Al-Qur’an. Dalam hal ini kita akan mengamati sosok Raja Thalut (QS. Al-Baqarah: 247), Nabi Yusuf (QS. Yusuf: 22), Nabi Dawud dan Sulaiman (Al-Anbiya’: 79, QS Al-Naml: 15).
Raja Thalut:
“Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) atas kalian dan telah mengkaruniakan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik (basthat fi al-‘ilm wa al-jism)” (QS. Al-Baqarah: 247).
Nabi Yusuf:
“Dan ketika dia (Yusuf) telah dewasa, Kami memberikan kepadanya hukm dan ‘ilm” (QS. Yusuf: 22).
Nabi Dawud dan Sulaiman:
“Maka Kami telah memberikan pemahaman tentang hukum (yang lebih tepat) kepada Sulaiman. Dan kepada keduanya (Dawud dan Sulaiman) telah Kami berikan hukm dan ‘ilm” (QS. Al-Anbiya’: 79).
“Dan sungguh Kami telah memberikan ‘ilm kepada Dawud dan Sulaiman” (QS. Al-Naml: 15).
Thalut merupakan seorang raja yang shalih. Allah telah memberikan kepadanya kelebihan ilmu dan fisik. Kelebihan ilmu disini merupakan kriteria pertama (al-‘ilm), sementara kelebihan fisik merupakan kriteria kedua (al-quwwat). Al-quwwat disini berwujud kekuatan fisik karena wujud itulah yang paling dibutuhkan saat itu, karena latar yang ada adalah latar perang.
Yusuf, Dawud, dan Sulaiman merupakan para penguasa yang juga nabi. Masing-masing dari mereka telah dianugerahi hukm dan ‘ilm. Dari sini kita memahami bahwa bekal mereka ialah kedua hal tersebut. Apakah hukm dan ‘ilm itu ?
Hukm berarti jelas dalam melihat yang samar-samar dan bisa melihat segala sesuatu sampai kepada hakikatnya, sehingga bisa memutuskan untuk meletakkan segala sesuatu pada tempatnya (porsinya). Atas dasar ini, secara sederhana hukm biasa diartikan sebagai pemutusan perkara (pengadilan, al-qadha’). Adanya hukm pada diri Dawud, Sulaiman, dan Yusuf merupakan kriteria al-quwwat, yang berarti bahwa mereka memiliki kepiawaian dalam memutuskan perkara (perselisihan) secara cemerlang. Al-quwwat pada diri mereka berwujud dalam bentuk ini karena pada saat itu aspek inilah yang sangat dibutuhkan.
Disamping al-hukm sebagai kriteria kedua (al-quwwat), ketiga orang tersebut juga memiliki bekal al-‘ilm sebagai kriteria pertama (al-‘ilm). Jadi, lengkaplah sudah kriteria kepemimpinan pada diri mereka.
Pada dasarnya, kriteria-kriteria penguasa yang dikemukakan oleh para ulama bermuara pada dua kriteria asasi diatas. Meskipun demikian, sebagian ulama terkadang menambahkan beberapa kriteria (yang sepintas lalu berbeda atau jauh dari dua kriteria asasi diatas), dengan argumentasi mereka masing-masing. Namun, jika kita berusaha memahami hakikat dari kriteria-kriteria tambahan tersebut, niscaya kita dapati bahwa semua itu pun tetap bermuara pada dua kriteria asasi diatas. Wallahu a’lamu bish shawaab.
Antara Taqlid dan Tsiqah
5:30:00 PM di 5:30:00 PMIstilah Taqlid (kadang ditambah menjadi Taqlid buta) sering “ditempelkan” kepada orang-orang NU yang tinggal di Kampung, lantaran “ketaatan” mereka kepada sosok Kyai-nya, tanpa mau “mempersoalkan” sang Kyai tersebut benar atau salah.
Istilah Tsiqah atau Kepercayaan, salah satunya dapat dijumpai dalam salah satu rukun Bai’at Imam Syahid Hasan Al-Banna. Dijelaskan bahwa Tsiqah adalah
: “rasa puasnya/relanya seorang jundi (prajurit/anggota Jamaah) terhadap Qiyadah (pimpinannya) dalam hal kemampuan dan keikhlasannya, dengan kepuasan mendalam yang dapat menumbuhkan rasa cinta, penghargaan, penghormatan, dan ketaatan”.
Dalam praktiknya, Tsiqah menjadi salah satu parameter tingkat “kesolidan” sebuah Jamaah. Lebih spesifik lagi, dalam Gerakan Harokah, ke-Tsiqah-an “jundi” kepada Qiyadah menjadi faktor penting dalam perjalanan dakwah/gerakannya. Tapi, tak jarang dijumpai dalam “perjalanan” Dakwah, Tsiqah seakan “dipaksakan” melalui “jalur” Top-Down, guna “memuluskan” agenda-agenda Dakwah. Seorang al-akh atau seorang jundi bisa jadi akan dicap tidak Tsiqah atau bahkan dianggap tidak taat, ketika ia tidak langsung “rela/puas” dengan beragam “instruksi” dari atas. “Pokoknya tsiqah sajalah akhi…”, kalimat tersebuta kadang ikut “menghiasi” agenda-agenda dakwah.
Ah…., peristiwa di atas bisa jadi hanyalah “hiasan” yang kadang ikut menyertai aktivis Harokah. Bukan Manhaj yang “mengajarkan” seperti itu, tapi bisa jadi itu hanyalah sekedar “prilaku” yang muncul dari aktivis Harokah.
Bagaimana sebenarnya Manhaj Haroki “mengajarkan” rasa Tsiqah kepada setiap aktivisnya?.
Dalam 10 rukun bai’at Imam Syahid Hasan Al-Banna: Al-Fahmu, Al-Ikhlas, Al-Amal, Al-Jihad, At-Tadhiyyah (Pengorbanan), At-Tho’ah, Ats-Tsabat (Teguh), At-Tajarrud (Totalitas), Al-Ukhuwah dan Ats-Tsiqah.
Tsiqah ditempatkan dalam urutan ke-10 atau terakhir. Artinya, selain ia diposisikan sebagai “rukun” yang harus “disifati” oleh setiap ak-akh (kader Dakwah/aktivis Harokah), Tsiqah juga sebenarnya adalah sebuah “produk”. Ya, “produk” dari ke-9 rukun Ba’at di atasnya. Jika ke-9 rukun Bai’at diatasnya telah menjadi “karakter” dan “membumi” di setiap aktivis Harokah, maka secara “otomatis” Tsiqah akan “muncul” dalam diri al-akh (kader Dakwah)
Al-Fahmu ditempatkan sebagai rukun yang pertama, sedangkan Ats-Tsiqah merupakan rukun yang terakhir. Imam Syahid mengatakan, “Yang dimaksud dengan Al-Fahmu adalah hendaknya anda yakin bahwa fikrah kita adalah Fikrah islamiyah yang murni, dan anda memahami Islam sebagaimana kami memahaminya dalam batas-batas Ushul ‘Isyrin ((20 prinsip).
Manhaj ini telah “mengajarkan” kita bahwa Kefahaman harus mendahului yang lainnya. Dengan “kafamahan”, Fiqrah akan dengan mudah terbentuk, memunculkan “mainstream gerak dan langkah”. Kalau Ilmu harus mendahului Amal, maka dalam “dunia pergerakan” atau Dakwah, Fikroh “harus” mendahului Harokah. Imam Al Ghazali mengatakan, “Ilmu akan mendorong perilaku, perilaku akan mendorong amal”. Sehingga Imam Al Ghazali menempatkan “Al-Ilmu” dalam Bab pertama kitab “Ihya Ulumuddin”-nya. Faham merupakan tujuan Ilmu. Al Qur’an dan As Sunnah memerintahkan kita untuk “Tafaqquh Fiddien” (mendalami agama).
Sehingga sangat penting “Top-Urgent” bahwa setiap kader harus menumbuhkan Al-Fahmu sebelum menjadi At-Tho’ah apalagi Ats-Tsiqah. Ats-Tsiqah tanpa Al-Fahmu adalah taklid buta, ibarat ketaklidan “orang-orang kampung NU” terhadap Kyai-nya dan ketaklidan orang-orang Muhammadiyah.
Di lapangan, kadang kita saksikan berapa banyak “kader” yang berguguran dan bepergian? Salah satunya, lantaran ada “ketidak-puasan” sang Jundi kepada Qiyadah. Jauh dari prinsip Tsiqah yang diharapkan, yakni: “rasa puasnya/relanya seorang jundi (prajurit/anggota Jamaah) terhadap Qiyadah (pimpinannya)”.
Idealnya, Manhaj ini telah mengajarkan hendaknya “Memahamkan” Jundi adalah “proyek” pertama sebelum “meminta” sang Jundi agar Tsiqah. Sehingga, agenda Halaqoh atau Liqo’at sebagai tandzim terdepan dalam basis pengkaderan dan “pembentukan” kader yang “Faham” semestinya dikelola lebih serius dan ditata lebih “rapi” ketimbang misalnya sosialisasi kebijakan, musyarokah atau sejenisnya. Tragisnya, ketika “Dakwah” ini mulai “bersentuhan” dengan Politik, agenda-agenda untuk menumbuhkan “Al-Fahmu” pada setiap kader (misalnya Liqo’at Tarbiyah) kadang sering “terganggu”. Akibatnya, improvisasi “Al-Fahmu” pada setiap kader kurang berjalan.
(Wallahu’aklam Bissowab)
YANG BERJATUHAN DI JALAN DAKWAH
5:19:00 PM di 5:19:00 PMDa'wah merupakan perjalanan panjang yang penuh dengan duri dan rintangan. Kemenangan da'wah akan diperoleh apabila para anggota-anggotanya komitmen dan teguh dalam menapaki jalan da'wah.
Sudah menjadi sunnatullah bahwa akan ada anggota da'wah yang berjatuhan, baik bentuknya penyelewengan, penyimpangan, pengunduran diri dan sebagainya, sebelum meraih kemenangan. Fenomena ini tidak bisa dihindari, sehingga ada sebagian orang memandang hal ini sebagai suatu fenomena yang wajar / sehat guna memperbaharui sel-sel intinya, dan membebaskan da'wah dari segala hal yang memberatkan dan menghambat pergerakan.
FENOMENA YANG BERJATUHAN DI ZAMAN NABI
Pada zaman Rasulullah saw, sudah terjadi fenomena pembelotan para anggota jama'ah untuk melepaskan tanggung jawab ataupun sekedar bermalas-malasan dalam berda'wah. Beberapa peristiwa berjatuhan di jalan da'wah yang sempat terjadi adalah:
a. Kelompok mutakhollifin (orang-orang yang tidak berangkat) pada perang Uhud, diantaranya: Ka'ab bin Malik, Muroroh Ibnu `Ar-Rabi' dan Hilal bin Umayyah. Namun mereka bertiga ini kemudian diterima taubatnya oleh Allah swt, dan penerimaan taubat mereka diabadikan di dalam Al Qur'an dalam surat al Bara-ah, dan karena pertaubatan besar inilah surat ini juga dinamakan surat at-Taubah.
b. Pembocoran rahasia negara oleh Hathib bin Abi Balta'ah. Namun mengingat kebaikan masa lalunya, yaitu keikut sertaannya dalam perang Badar yang merupakan yaumul furqan, Rasulullah saw mengampuni dan tidak menghukumnya.
c. Haditsul Ifki (berita kebohongan besar) terhadap Ummul Mukminin `Aisyah ra. Diantara orang-orang yang terlibat dalam penyebaran berita ini, ada tiga sahabat nabi, mereka telah mendapatkan hukuman had, yaitu masing-masing di dera 80 kali, dan setelah itu merekapun bertaubat. Mereka itu adalah: Hassan bin Tsabit, Hamnah binti Jahsy dan Misthah bin Utsatsah.
d. Pengkhianatan Abu Lubabah yang membocorkan rahasia hukum yang akan diterapkan kepada orang-orang Yahudi Bani Quraizhah. Dia telah menyatakan taubat kepada Allah swt dan Rasul-Nya, dan Allah swt-pun telah menerima taubatnya.
e. Peristiwa berdirinya masjid dhirar.
SEBAB-SEBAB BERJATUHAN
a. Sebab-sebab yang berhubungan dengan pergerakan
1. Lemahnya segi pendidikan.
2. Tidak menempatkan personal dalam posisi yang tepat.
3. Distribusi penugasan yang tidak merata pada setiap individu.
4. Tidak adanya monitoring personal secara baik.
5. Tidak menyelesaikan berbagai urusan dengan cepat.
6. Konflik intern. Konflik intern ini disebabkan oleh:
- Lemahnya kepemimpinan.
- Adanya tangan tersembunyi dan kekuatan luar yang sengaja menyebar fitnah.
- Perbedaan watak dan kecenderungan individu.
- Persaingan dalam memperebutkan kedudukan.
- Tidak adanya komitmen dan penonjolan tingkah laku individu.
- Kevakuman aktifitas dan produktifitas.
Dalam sejarah, konflik yang pernah terjadi antar ummat Islam adalah pada peristiwa konflik golongan Aus dan Khazraj. Dalangnya (provokatornya) adalah orang-orang Yahudi, yaitu Syammas bin Qais. Atas prakarsa Rasulullah saw maka golongan Aus dan Khazraj bersatu kembali. Hal tersebut terbukti dengan turunnya QS Ali Imran: 100 – 105.
7. Kepemimpinan yang tidak ahli dan qualified. Sebabnya antara lain:
- Kelemahan dalam kemampuan idiologi.
- Kelemahan dalam kemampuan organisatoris.
Oleh karena itu, seorang pemimpin yang diangkat haruslah memiliki syarat:
- Mengenal da'wah.
- Mengenal diri sendiri.
- Pengayoman yang kontinyu.
- Teladan yang baik.
- Pandangan yang tajam.
- Kemauan yang kuat.
- Kharisma kepribadian yang fitri.
- Optimisme.
b. Sebab-sebab yang berhubungan dengan individu
Yaitu berjatuhannya anggota disebabkan oleh atau bersumber pada pribadi anggota. Yang termasuk dalam hal ini adalah:
1. Watak yang tidak disiplin, sehingga menyebabkan dia tidak bisa menyesuaikan diri dengan organisasi / jama'ah.
2. Takut terancamnya diri dan periuk nasinya (QS 4 : 120, QS 3 : 175).
Tersebut dalam hadits:
"Syurga dipagari dengan hal-hal yang tidak menyenangkan, dan neraka dikelilingi oleh segala hal yang menyenangkan". (HR Ahmad, Muslim dan At-Tirmidzi)
3. Sikap ekstrim dan berlebih-lebihan.
Tersebut dalam hadits:
"Hendaklah kamu menjauhi sikap ekstrim dalam agama. Sesungguhnya orang yang sebelum kamu binasa karena ekstrim dalam beragama". (HR Ahmad dan
An-Nasai).
4. Sikap terlalu memudah-mudahkan dan meremehkan.
Tersebut dalam hadits:
"Sesungguhnya kamu melakukan pekerjaan-pekerjaan dosa menurut pandangan mata kamu lebih halus dari rambut. Di masa Rasulullah saw, kami menggolongkan perbuatan itu termasuk al muubiqoot (hal-hal yang menghancurkan) ". (HR Bukhari).
5. Tertipu kondisi gemar menampilkan diri (QS 28 : 83).
6. Kecemburuan terhadap orang lain / kedengkian. (QS 5 : 27 – 30).
7. Bencana senjata / penggunaan kekuatan.
Syarat-syarat penggunaan kekuatan:
- Habis segala usaha dengan jalan lain.
- Urusannya dipegang oleh pimpinan dan jama'ah Islam dan bukan oleh individu.
- Tidak menjurus pada pengrusakan dan bencana.
- Tidak boleh keluar dari ketentuan syara'.
- Penggunaan kekuatan sesuai skala prioritas.
- Penggunaan senjata harus mempunyai persiapan yang matang dan cermat.
- Hati-hati akan pancingan berbagai reaksi.
- Tidak boleh menjerumuskan ummat Islam bila posisi kekuatan tidak seimbang.
c. Tekanan Luar
1. Tekanan dari suatu cobaan (QS 3 : 175).
2. Tekanan keluarga dan kerabat (QS 9 : 24).
3. Tekanan Lingkungan.
4. Tekanan gerakan agitasi (penyebaran kritik dan keragu-raguan) .
5. Tekanan figuritas (QS 7 : 12).
(Kitab YANG BERJATUHAN DI JALAN DA'WAH, Fathi Yakan)
Renungan Sejenak ( untukmu angkatan 2005 - 2006 )
6:28:00 PM di 6:28:00 PMoleh : Yuniar K
mari saudaraku ... Sebentar saja .. kita tatap kereta dakwah kita.
amati tiap - tiap gerbong dakwah kita ... sudahkah terisi ...
sudahkah calon penumpang yang menunggu di stasiun dakwah memasuki gerbong dakwah kita ... coba antum hitung, berapa jumlah penumpang yang sudah duduk dengan nyaman di tiap sudut kursi dakwah yang kita sediakan. apakah antum mengamati bahwa diantara mereka ada yang masih kepanasan akibat AC ukhuwah yang rusak, atau merasa tidak nyaman akibat pelayanan kita yang kurang memuaskan. coba amati lagi.. berapa jumlah penumpang yang menikmati sejuknya gerbong dakwah ini. sudah puaskah kita. atau kita dengan santainya menatap banyaak sekali penumpang yang turun di tiap pemberhentian stasiun. Lalu ... kita hanya bisa menatap atau kita diam saja pura - pura tak tahu bahkan sibuk menikmati kursi yang sudah terlalu nyaman bagi kita, hingga kita pun terlelap.
coba antum amati lagi saudaraku ..
masinis yang mengemudikan kereta dakwah kita. mereka adalah mas - mas dan mbak - mbak kita. lihatlah mereka harus turun di stasiun pemberhentian ini. tidak!!! mereka tidak lari dari gerbong dakwah ini, kalau antum tahu akhi, mereka harus mengemudikan bahkan menjadi penumpang di kereta dakwah selanjutnya. mereka harus mencari penumpang yang lain yang ternyata di luar sana masih banyak calon penumpang yang belum menikmati gerbong dakwah kita.
lalu ... coba dengarkan teriakkan salah satu penumpang yang duduk diantara ruas kursi di gerbong dakwah ini, " Akhi!!! ukhti !!! lihatlah kereta kita tidak lagi punya masinis!!!! padahal perjalanan kita masih panjang!!!! adakah diantara kita yang siap jadi masinis!!!!"
ahhh... semuanya diam saja saudaraku ... tak ada yang menyahut bahkan masih ada di salah satu kursi di sudut gerbong kita yang tetap terlelap menikmati empuknya kursi di gerbong dakwah ini. bahkan terdengar keributan di kursi bagian belakang. " antum saja akh!!! antum kan sudah mampu ... ", " nggak antum aja ane harus membetulkan tempat duduk ane ... ". ya saling menunjuk dan melempar tanggung jawab.
Jangan Sampai saudaraku ....
jangan sampai hal ini terjadi pada gerbong dakwah kita. kitalah masinis itu. kitalah yang akan mengemudikan kereta dakwah ini.
sudahlah ... tak perlu lagi saling menunjuk dan melempar tanggung jawab. coba tengok kejendela... ternyata masih banyak saudara - saudara kita yang belum sempat menikmati sejuknya gerbong dakwah kita dan empuknya kursi kita.
sadarlah saudaraku... kitalah masinis itu.
Memaknai Idhul Fitri
6:05:00 AM di 6:05:00 AMoleh : Zulkifliemansyah
Terlepas dari perdebatan kapan dilaksanakannya hari raya Idhul Fitri, sebentar lagi fajar 1 syawal akan menyingsing di ufuk timur sebagai penanda datangnnya hari kemenangan bagi seluruh umat Islam. Di mana-mana, Takbir, Tahmid, dan Tasbih dikumandangkan untuk menyambut hari kemenangan itu.
Laiknya drama kolosal kemanusiaan, umat Islam dari semua lapisan masyarakat berbondong-bondong mendatangi Masjid, Mushalla, langgar, bahkan lapangan terbuka sekalipun guna melaksanakan shalat ied berjamaah seraya mengiringi berpulangnya bulan ramadhan. Di hari itu, kaum muslim bercengkrama, bersalaman, dan saling memaafkan dengan penuh suka cita.
Bagi umat Islam, Idhul Fitri bukan sekedar ibadah ritual tahunan tanpa makna yang cukup berarti. Melainkan, sebuah pertanda hari kemenangan setelah sebulan lamanya menaklukkan nafsu hewani yang dibarengi dengan segala perbuatan amal baik. Idhul Fitri merupakan kemenangan sekaligus hari terlahirnya kembali manusia dalam keadaan suci.
Dalam al-Quran disebutkan, Allah berjanji akan mengampuni semua dosa dan membebaskan dari siksa api neraka bagi siapa saja yang berhasil melewati semua ujian selama bulan ramadhan. Bahkan, Allah berjanji akan mengembalikan manusia pada keadaan azalinya, yaitu suci tanpa setitik dosa sedikit pun. Untuk itulah, hari kemenangan ini disebut Idhul Fitri karena manusia kembali suci (fitri).
Tentu saja, kembali suci merupakan puncak keberhasilan spiritualitas yang diidam-idamkan setiap kaum muslim yang khusyu’ menjalankan ibadah puasa. Kembali ke fitrah berarti kembalinya seseorang kepada keadaan aslinya yang suci sebagaimana ia baru terlahir ke dunia fana.
Secara sederhana, Idhul Fitri merupakan kelahiran kembali seorang muslim pada fitrahnya setelah selama sebulan melewati ramadhan dengan penuh pengorbanan, menjauhi kemaksiatan, menahan dahaga dan lapar serta menjalankan segala ragam ibadah dengan kaffah tanpa perasaan terpaksa ataupun dipaksa.
Secara substansial, Idhul Fitri berarti kembalinya manusia pada naluri kemanusiaannya yang murni, pada jalan agama yang lurus (siratal mustaqim), bebas dari praktik busuk hewani serta segala kepentingan duniawi yang tidak Islami. Inilah sebenarnya makna terdalam dari perayaan hari raya Idhul Fitri.
Maka, salah kaprah jika Idhul Fitri hanya diartikan sebatas perayaan karena terbebas dari larangan makan dan minum, sehingga dijadikan pintu masuk untuk melakukan ajang ‘balas dendam’ di bulan syawal. Atau, dianggap sebagai kembalinya kebebasan melakukan perbuatan maksiat yang dilarang. Namun, ketika ramadhan pulang, melakukan perbuatan maksiat menjadi rutinitas yang kerap dikerjakan secara berjama’ah.
Intinya, kesalahan memaknai Idhul Fitri akan mengantarkan seseorang pada sebuah fenomena kesalehan musiman, menjadi Islam hanya saat bualan puasa, beriman ketika ramadhan datang, bukan umat yang berusaha mempertahankan nilai-nilai kefitrian dalam nilai ketakwaan sepanjang hayatnya.
Oleh karena itu, seyogyanya Idhul Fitri dijadikan momentum untuk melakukan koreksi menyeluruh (ihtisab) terhadap pola sikap dalam praktik kehidupan sehari-hari di tengah badai kehidupan bangsa yang kian carut marut. Semoga Idhul Fitri menjadi tempat merenung untuk mengantarkan diri pada kesalehan individual maupun sosial.
Kembali Ke Makna Ramadhan
7:13:00 AM di 7:13:00 AMOleh : Yuniar Kustanto
Datangnya bulan suci Ramadhan sangat dinanti kaum muslimin di seluruh belahan bumi dunia. Di negara – negara arab bulan Ramadhan di sambut dengan gemerlapnya lampu – lampu serta lampion – lampion yang mewarnai setiap jalan dan rumah – rumah. Sedangkan di negara – negara benua eropa (examp : Austria dan Swedia) menjelang bulan suci muslim diramaikan dengan kampanye pengumpulan sedekah dan paket lebaran untuk keluarga miskin dan anak – anak yatim piatu. Tidak terkecuali Unnes sebagai bagian dari kampus di Imdonesia, walaupun tak semeriah di arab dan di eropa penyambutan Ramadhan di Unnes boleh dikatakan cukup meriah. Targhib atau pawai Ramadhan keliling kampus dan lingkungan kampus Unnes menjadi andalan UKKI yang merupakan wadah mahasiswa muslim Unnes.
Pada umumnya kaum muslimin terutama mahasiswa muslim Unnes senantiasa menyambut Ramadhan dengan symbol – symbol keagamaan artyfisial. Walaupun symbol – symbol seperti itu perlu mengingat eksistensi Islam dan hikmah Ramadhan yang perlu disampaikan. Namun, disisi lain symbol – symbol artificial seperti itu tidak dibarengi dengan aktifitas – aktifitas ruhani dan pendekatan diri terhadap sang Pencipta. Bahkan, ada juga mahasiswa yang belum tersadarkan untuk mencoba menyingkap ruh dan efek yang seharusnya timbul dari proses ibadah tersebut. Hal ini dibuktikan dengan pada waktu malam pertama Ramadhan masih saja ada pasangan muda – mudi yang belum menikah ( pacaran ) berkeliaran disekitar kampus berbonceng ria tanpa menghiraukan adanya ibadah sholat Isya dan tarawih baik di masjid kampus ataupun masjid kampung di sekitar kampus. Selain itu, di pinggir – pinggir jalan mahasiswa yang nongkrong baik di kucingan ataupun di trotoar – trotoar masih terhitung cukup banyak.
Hal ini yang menjadi perhatian penulis bahwa masih kurangnya kesadaran mahasiswa akan makna bulan Ramadhan itu sendiri. Jikalau kita ( mahasiswa ) mau menilik tarikh ataupun sirah nabi dan sahabat, disana disampaikan bahwa ketika menjelang bulan Ramadhan berbagai persiapan pun dilakukan jauh – jauh hari oleh Rasulullah dan para Sahabat. Mulai dari puasa bulan Sya’ban, memperbanyak infaq, hingga melakukan amalan salih lainnya. Bahkan, Rasulullah saw sendiri ketika menjelang Ramadhan mengumpulkan para sahabatnya untuk mengingatkan dan menyampaikan kepada mereka tentang hikmah dan keutamaan Ramadhan agar para sahabat memiliki kesemangatan dalam beribadah di bulan Ramadhan. Sehingga tidak disangsikan lagi bahwa pada generasi ini Islam memiliki kejayaan pada level tertinggi.
Fenomena – fenomena yang disampaikan penulis di atas tadi cukup menjadi ironi dan kontradiksi dengan apa yang di lakukan pada zaman Rasul dan sahabat. Penulis merasakan semakin maju peradaban manusia semakin hilang makna Ramadhan pada kehidupan. Seakan – akan Ramadhan bagi sebagian mahasiswa Unnes hanya sebagai bulan biasa saja, tanpa adanya efek positif apa – apa. Tampaknya sudah saatnya kita kembali memaknai Ramadhan dengan apa yang di maknai oleh para sahabat dan salafus salih. Kajian – kajian Ramadhan di kampus – kampus atapun di kampung – kampung sekitar kampus sudah saatnya dipenuhi oleh mahasiswa muslim dari berbagai penjuru tanpa mempedulikan ras dan golongan. Sikap – sikap saling mengingatkan akan kebaikan perlu ditumbuhkan kembali di kalangan mahasiswa, budaya – budaya mahasiswa yang terkesan hedonistik dan mubadzir perlu diganti dengan budaya – budaya yang bermanfaat bagi umat sehingga Ramadhan tahun ini dapat menjadi titik tolak perubahan mahasiswa untuk membentuk generasi unggul yang mampu mencetak peradaban manusia menuju tingkat yang lebih tinggi. Jangan sampai kita melewati Ramdhan tahun ini tanpa memperoleh apa – apa seperti yang di sabdakan Rasulullah saw ; “ Barangsiapa tidak memperoleh kebaikan Ramadhan, maka dia tidak memperoleh bagian apa – apa “.
Khutbah Rasulullah saw di tentang Bulan Ramadhan
8:32:00 AM di 8:32:00 AMWahai manusia! Sungguh telah datang pada kalian bulan Allah dengan membawa berkah rahmat dan maghfirah. Bulan yang paling mulia disisi Allah. Hari-harinya adalah hari-hari yang paling utama. Malam-malamnya adalah malam-malam yang paling utama. Jam demi jamnya adalah jam-jam yang paling utama.
Inilah bulan ketika kamu diundang menjadi tamu Allah dan dimuliakan oleh-NYA. Di bulan ini nafas-nafasmu menjadi tasbih, tidurmu ibadah, amal-amalmu diterima dan doa-doamu diijabah. Bermohonlah kepada Allah Rabbmu dengan niat yang tulus dan hati yang suci agar Allah membimbingmu untuk melakukan shiyam dan membaca Kitab-Nya.
Celakalah orang yang tidak mendapat ampunan Allah di bulan yang agung ini. Kenanglah dengan rasa lapar dan hausmu di hari kiamat. Bersedekahlah kepada kaum fuqara dan masakin. Muliakanlah orang tuamu, sayangilah yang muda, sambungkanlah tali persaudaraanmu, jaga lidahmu, tahan pandanganmu dari apa yang tidak halal kamu memandangnya dan pendengaranmu dari apa yang tidak halal kamu mendengarnya. Kasihilah anak-anak yatim, niscaya dikasihi manusia anak-anak yatimmu. Bertaubatlah kepada Allah dari dosa-dosamu. Angkatlah tangan-tanganmu untuk berdoa pada waktu shalatmu karena itulah saat-saat yang paling utama ketika Allah Azza wa Jalla memandang hamba-hamba-Nya dengan penuh kasih; Dia menjawab mereka ketika mereka menyeru-Nya, menyambut mereka ketika mereka memanggil-Nya dan mengabulkan doa mereka ketika mereka berdoa kepada-Nya.
Wahai manusia! Sesungguhnya diri-dirimu tergadai karena amal-amalmu, maka bebaskanlah dengan istighfar. Punggung-punggungmu berat karena beban (dosa) mu, maka ringankanlah dengan memperpanjang sujudmu.
Ketahuilah! Allah ta’ala bersumpah dengan segala kebesaran-Nya bahwa Dia tidak akan mengazab orang-orang yang shalat dan sujud, dan tidak akan mengancam mereka dengan neraka pada hari manusia berdiri di hadapan Rabb al-alamin.
Wahai manusia! Barang siapa di antaramu memberi buka kepada orang-orang mukmin yang berpuasa di bulan ini, maka di sisi Allah nilainya sama dengan membebaskan seorang budak dan dia diberi ampunan atas dosa-dosa yang lalu. (Sahabat-sahabat lain bertanya: “Ya Rasulullah! Tidaklah kami semua mampu berbuat demikian.”
Rasulullah meneruskan: “Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma. Jagalah dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan seteguk air.”
Wahai manusia! Siapa yang membaguskan akhlaknya di bulan ini ia akan berhasil melewati sirathol mustaqim pada hari ketika kai-kaki tergelincir. Siapa yang meringankan pekerjaan orang-orang yang dimiliki tangan kanannya (pegawai atau pembantu) di bulan ini, Allah akan meringankan pemeriksaan-Nya di hari kiamat. Barangsiapa menahan kejelekannya di bulan ini, Allah akan menahan murka-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memuliakan anak yatim di bulan ini, Allah akan memuliakanya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa menyambungkan tali persaudaraan (silaturahmi) di bulan ini, Allah akan menghubungkan dia dengan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barang siapa memutuskan kekeluargaan di bulan ini, Allah akan memutuskan rahmat-Nya pada hari ia berjumpa dengan-Nya. Barangsiapa melakukan shalat sunat di bulan ini, Allah akan menuliskan baginya kebebasan dari api neraka. Barangsiapa melakukan shalat fardu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Barangsiapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Barangsiapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain.
Wahai manusia! Sesungguhnya pintu-pintu surga dibukakan bagimu, maka mintalah kepada Tuhanmu agar tidak pernah menutupkannya bagimu. Pintu-pintu neraka tertutup, maka mohonlah kepada Rabbmu untuk tidak akan pernah dibukakan bagimu. Setan-setan terbelenggu, maka mintalah agar ia tak lagi pernah menguasaimu. Amirul mukminin k.w. berkata: “Aku berdiri dan berkata: “Ya Rasulullah! Apa amal yang paling utama di bulan ini?” Jawab Nabi: “Ya Abal Hasan! Amal yang paling utama di bulan ini adalah menjaga diri dari apa yang diharamkan Allah”.
Wahai manusia! sesungguhnya kamu akan dinaungi oleh bulan yang senantiasa besar lagi penuh keberkahan, yaitu bulan yang di dalamnya ada suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan; bulan yang Allah telah menjadikan puasanya suatu fardhu, dan qiyam di malam harinya suatu tathawwu’.”
“Barangsiapa mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu pekerjaan kebajikan di dalamnya, samalah dia dengan orang yang menunaikan suatu fardhu di dalam bulan yang lain.”
“Ramadhan itu adalah bulan sabar, sedangkan sabar itu adalah pahalanya surga. Ramadhan itu adalah bulan memberi pertolongan ( syahrul muwasah ) dan bulan Allah memberikan rizqi kepada mukmin di dalamnya.”
“Barangsiapa memberikan makanan berbuka seseorang yang berpuasa, adalah yang demikian itu merupakan pengampunan bagi dosanya dan kemerdekaan dirinya dari neraka. Orang yang memberikan makanan itu memperoleh pahala seperti orang yang berpuasa tanpa sedikitpun berkurang.”
Para sahabat berkata, “Ya Rasulullah, tidaklah semua kami memiliki makanan berbuka puasa untuk orang lain yang berpuasa. Maka bersabdalah Rasulullah saw, “Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi sebutir kurma, atau seteguk air, atau sehirup susu.”
“Dialah bulan yang permulaannya rahmat, pertengahannya ampunan dan akhirnya pembebasan dari neraka. Barangsiapa meringankan beban dari budak sahaya (termasuk di sini para pembantu rumah) niscaya Allah mengampuni dosanya dan memerdekakannya dari neraka.”
“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya.”
“Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”
“Barangsiapa memberi minum kepada orang yang berbuka puasa, niscaya Allah memberi minum kepadanya dari air kolam-Ku dengan suatu minuman yang dia tidak merasakan haus lagi sesudahnya, sehingga dia masuk ke dalam surga.” (HR. Ibnu Huzaimah).
sumber: Hidayatullah.com
Amalan bulan Sya'ban
9:18:00 AM di 9:18:00 AM| Saudara-saudara seiman !!! Secara fisik, kita juga harus mempersiapkan diri di bulan ini dengan melatih diri memperbanyak ibadah dan khususnya puasa. Itulah salah satu hikmah kita dianjurkan memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban ini. Dan di bulan Sya'ban ini juga ada malam nisfu sya'ban, yaitu malam pertengahan bulan Sya'ban. Lepas dari kuat tidaknya dalil mengenai amalam pada malam tersebut, namun malam itu bisa kita jadikan waktu pengingat kembali akan persiapan-persiapan kita dalam menyambut bulan Ramadhan yang penuh maghfirah. Berikut ini hadist-hadist seputar keutamaan bulan Sys'ban semoga bisa kita baca dan amalkan: Usamah bin Zaid bertanya kepada Rasulullah s.a.w.:'Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihatmu memperbanyak berpuasa (selain Ramadhan) kecuali pada bulan Sya'ban? Rasulullah s.a.w. menjawab:"Itu bulan dimana manusia banyak melupakannya antara Rajab dan Ramadhan, di bulan itu perbuatan dan amal baik diangkat ke Tuhan semesta alam, maka aku ingin ketika amalku diangkat, aku dalam keadaan puasa". (h.r. Abu Dawud dan Nasa'i). Dari A'isyah: "Suatu malam rasulullah salat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah usai salat beliau berkata: "Hai A'isyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu beliau bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini". "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam nisfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (H.R. Baihaqi) Menurut perawinya hadis ini mursal (ada rawi yang tidak sambung ke Sahabat), namun cukup kuat. Dalam hadis Ali, Rasulullah bersabda: "Malam nisfu Sya'ban, maka hidupkanlah dengan salat dan puasalah pada siang harinya, sesungguhnya Allah turun ke langit dunia pada malam itu, lalu Allah bersabda: "Orang yang meminta ampunan akan Aku ampuni, orang yang meminta rizqi akan Aku beri dia rizqi, orang-orang yang mendapatkan cobaan maka aku bebaskan, hingga fajar menyingsing." (H.R. Ibnu Majah dengan sanad lemah). Ulama berpendapat bahwa hadis lemah dapat digunakan untuk Fadlail A'mal (keutamaan amal). Walaupun hadis-hadis tersebut tidak sahih, namun melihat dari hadis-hadis lain yang menunjukkan kautamaan bulan Sya'ban, dapat diambil kesimpulan bahwa malam Nisfu Sya'ban jelas mempunyai keuatamana dibandingkan dengan malam-malam lainnya. Bagaimana merayakan malam Nisfu Sya'ban? Adalah dengan memperbanyak ibadah dan salat malam dan dengan puasa. Adapun meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan berlebih-lebihan seperti dengan salat malam berjamaah, Rasulullah tidak pernah melakukannya. Sebagian umat Islam juga mengenang malam ini sebagai malam diubahnya kiblat dari masjidil Aqsa ke arah Ka'bah. Jadi sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nisfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, zikir membaca al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal salih lainnya. Wallahu a'lam |

